Kamis, 20 Februari 2014

Jaringan


 

Cara Membuat Kabel Jaringan Straight

Alat yang dibutuhkan :

1. Kabel UTP
2. Konektor RJ-45
3. Crimping tool


Kabel LAN Straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya.
Cara membuat :

1.    Kupas ujung kabel sepanjang ±3 cm
2.    Pisahkan semua kabel yang saling berhimpitan satu per satu
3.    Susun kabel tersebut dengan urutan


4.    Setelah tersusun rapi , potong ujung kabel tersebut sampai lurus
5.    Masukkan kedalam konektor RJ-45
6.    Pastikan semua kabel sudah masuk ke dalam konektor RJ-45
7.    Untuk lebih memastikan kabel sudah masuk , pukul pelan-pelan RJ-45 tersebut dengan ujung jari kita
8.    Lalu kunci RJ-45 dengan menggunakan Crimping tool
9.    Tekan rimping tool sampai berbunyi “klik”
10.     Kabel UTP Straight siap digunakan.








Cara Membuat Kabel Jaringan Straight


Alat yang dibutuhkan :

1. Kabel UTP
2. Konektor RJ-45
3. Crimping tool

Kabel LAN Cross merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang miliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung yang satu nya lagi.
Cara membuat :

1.    Kupas ujung kabel sepanjang ±3 cm
2.    Pisahkan semua kabel yang saling berhimpitan satu per satu
3.    Susun kabel tersebut dengan urutan

4.    Setelah tersusun rapi , potong ujung kabel tersebut sampai lurus
5.    Masukkan kedalam konektor RJ-45
6.    Pastikan semua kabel sudah masuk ke dalam konektor RJ-45
7.    Untuk lebih memastikan kabel sudah masuk , pukul pelan-pelan RJ-45 tersebut dengan ujung jari kita
8.    Lalu kunci RJ-45 dengan menggunakan Crimping tool
9.    Tekan rimping tool sampai berbunyi “klik”
10.     Kabel UTP Crossover siap digunakan.








TPC/IP



TCP/IP & Kelas-kelas IP Address

Pengalamatan bertujuan bagaimana supaya data yang dikirim sampai pada mesin yang sesuai (mesin tujuan) dan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan oleh operator dengan mudah. Untuk itu maka data dari suatu host (komputer) harus dilewatkan ke jaringan menuju host tujuan, dan dalam komputer tersebut data akan disampaikan ke user atau proses yang sesuai. TCP/IP menggunakan tiga skema untuk tugas ini :

==>Addressing

IP address yang mengidentifikasikan secara unik setiap host di jaringan, sehingga dapat menjamin data dikirim ke alamat yang benar.

==>Routing

Pengaturan gateway untuk mengirim data ke jaringan dimana host tujuan berada.

==> Multiplexing

Pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul software yang benar di dalam host.

Masing-masing skema penting untuk pengiriman data antar dua aplikasi yang bekerjasama dalam jaringan TCP/IP.

IP address berupa bilangan biner 32 bit dan ditulis sebagai 4 urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan tanda titik. Format penulisan IP adalah : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx, dengan x adalah bilangan biner 0 atau 1. Dalam implementasinya IP address ditulis dalam bilangan desimal dengan bobot antara 0 – 255 (nilai desimal mungkin untuk 1 byte). IP address terdiri dari bagian jaringan dan bagian host, tapi format dari bagian-bagian ini tidak sama untuk setiap IP address.

Jumlah bit alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan, dan bilangan yang digunakan untuk mengidentifikasi host berbeda-beda tergantung kelas alamat yang digunakan. Ada tiga kelas alamat utama, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Dengan memeriksa beberapa bit pertama dari suatu alamat , software IP bisa dengan cepat membedakan kelas address dan strukturnya.

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai:

Kelas IP Address
A. IP Address kelas A :

~Bit pertama dari IP address adalah 0

~Jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 0 – 127

~Hanya ada kurang dari 128 jaringan kelas A

~Setiap jaringan kelas A bisa mempunyai jutaan host

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP
1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

B. IP Address kelas B :

~Bit pertama dari IP address adalah 10

~Jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 128 – 191

~Terdapat ribuan jaringan kelas B

~Setiap jaringan kelas B bisa mempunyai ribuan host

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx

C. IP Address kelas C :

~Bit pertama dari IP address adalah 110

~Jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya 192 – 223

~Terdapat jutaan jaringan kelas C

~Setiap jaringan kelas C hanya mempunyai kurang dari 254 host

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

. IP Address kelas D :

~Bit pertama dari IP address adalah 111

~Nomor jaringan dengan IP yang byte pertamanya lebih dari 223

~Merupakan address yang dialokasikan untuk kepentingan khusus

E. IP Address kelas E :

~Bit pertama dari IP address adalah 11110

~ Merupakan address yang dialokasikan untuk Eksperimen

Domain Name System (DNS)
————————————–

Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada
jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS
menggunakan arsitektur hierarki.
1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya:
microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

==> SupernettingAda dua masalah yang saling berkaitan, antara pemberian suatu kelas alamat pada suatu lembaga. Pertama kelas alamat yang diberikan lebih kecil daripada jumlah host yang akan dihubungkan. Dan yang kedua sebaliknya, kelas alamat yang lebih besar dari host yang akan saling dihubungkan. Supernetting berkaitan dengan metode untuk memanipulasi alokasi alamat yang terbatas sedemikian sehingga semua host yang tersedia dapat dihubungkan ke jaringan. Jadi supernetting adalah menggunakan bit mask alamat asal untuk membuat jaringan yang lebih besar.

==>Subnetting

Masalah kedua yang berkaitan dengan bagaimana membuat suatu alokasi alamat lebih efisien, bila ternyata host yang akan kita hubungkan ke jaringan lebih kecil daripada alokasi alamat yang kita punyai. Yang jelas dengan menggunakan metoda subnetting, bit host IP address direduksi untuk subnet ini. Sebagai contoh, subnet mask diasosiasikan dengan alamat kelas B standart adalah 255.255.0.0. Subnet mask digunakan dengan memperluas bagian jaringan dari suatu alamat kelas B dengan byte tambahan. Misalnya sub mask 255.255.255.0 berarti dua byte pertama mendefinisikan jaringan kelas B, byte ketiga menunjukkan alamat subnet, dan yang keempat baru menunjuk pada host pada subnet yang bersangkutan.





Cara Membuat Jaringan Peer to Peer

1. Sambungkan kedua PC dengan kabel UTP crossover
2. Biasanya di konektor RJ-45 menyala lampu menandakan kabel sudah terhubung
3. Klik kanan icon network pada taskbar kemudian pilih “Open Network and Sharing Center”.


4. Di jendela berikutnya, klik “Change adapter setting”
5. Klik kanan pada Local Area Connection kemudian pilih “Properties”


 6. Di jendela properties pilih Internet Protocol 4 (TCP/IPv4) kemudian klik Properties untuk mengatur IP Address. IP Address tidak boleh sama supaya tidak terjadi “IP Conflict”. IP Address untuk komputer-1 adalah 192.168.1.5 dan IP Address untuk komputer-2 adalah 192.168.1.6. Untuk Subnet Mask keduanya diisi dengan 255.255.255.0. Langkah ke-4 sampai ke-7 dilakukan di masing-masing komputer (Laptop).
                     Tampilan di laptop 1

                Tampilan di laptop 2
7. Masuk ke control panel untuk mengatur "Advance Sharing"
8. Agar kedua komputer dapat saling mendeteksi dan dapat mengakses file atau folder tertentu, atur opsi sharing seperti gambar di bawah.
9. Test melaluai cmd dan ketik "ping 192.168.1.5" tekan enter
10. Jika berhasil akan muncul seperti ini
11. SELESAI


















><  SHARING FILE MENGGUNAKAN KABEL UTP ><

              Setelah koneksi lulus uji degan cara Ping antar komputer sesuai dengan IP Address masing-masing, langkah berikutnya adalah mencoba untuk sharing file (mengirim dan menerima file) dari setiap komputer namun sebelumnya ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu:


1. Masuk ke Control Panel untuk me-non-aktifkan FireWall di masing-masing komputer.
2. Buka Windows 7 Explorer kemudian klik Network untuk melihat koneksi komputer yang terhubung ke Workgroup. Pada Contoh terlihat bahwa di Komputer-2 (LINKSUKSES) terlihat komputer-1 (MELETEK-PC).
3. Untuk men-sharing-kan salah satu folder agar dapat di akses oleh komputer lainnya, maka folder tersebut harus di-share” terlebih dahulu, caranya dengan mengklik kanan folder yang akan di-share kemudian pilih Properties.
4. Pada contoh, folder yang akan di-share di komputer-2 adalah folder VISUAL DELPHI. Pada jendela Properties pilih tab Sharing kemudian klik tombol “Share”. Artinya folder VISUAL DELPHI sudah dapat diakses oleh komputer-1 (MELETEK-PC).

5.  Untuk melihat folder dan file yang di-share di komputer-2, klik saja nama komputer yang ada di bagian Folder Network komputer-1 (LINKSUKSES). Di jendela sebelah kanan akan terlihat folder dan file komputer-2 yang dapat diakses komputer-1 (di dalam kotak merah).










Minggu, 09 Februari 2014

Topologi Jaringan

TOPOLOGI JARINGAN
Pengertian Topologi Jaringan
Topologi  jaringan  dalam  telekomunikasi  adalah  suatu  cara  menghubungkan  perangkat
telekomunikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu
jaringan telekomunikasi,  jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi.
Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari masing ‐
masing topologi berdasarkan karakteristiknya.

Jenis Topologi
1.  Topologi BUS
2.  Topologi Star
3.  Topologi Ring
4.  Topologi Mesh


Topologi BUS



Karakteristik Topologi BUS
•  Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel
ditutup dengan terminator.
•  Sangat sederhana dalam instalasi
•  Sangat ekonomis dalam biaya.
•  Paket‐paket data saling bersimpangan pada suatu kabel
•  Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap ethernet
card.
•  Problem  yang  sering  terjadi  adalah  jika  salah  satu  node  rusak,  maka  jaringan
keseluruhan  dapat  down,  sehingga  seluruh  node  tidak  bisa  berkomunikasi  dalam
jaringan tersebut.


Keuntungan Topologi BUS
•  Topologi yang sederhana
•  Kabel  yang  digunakan  sedikit  untuk  menghubungkan  komputer‐komputer  atau
peralatan‐peralatan yang lain
•  Biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
•  Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus.

Kerugian Topologi BUS
•  Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus.
•  Setiap  barrel  connector  yang  digunakan  sebagai  penghubung  memperlemah  sinyal
elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat diterima
dengan benar.
•  Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus.
•  Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.


Topologi STAR



Karakteristik Topologi STAR
•  Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB)
•  Bila  setiap  paket  data  yang  masuk  ke  consentrator  (HUB)  kemudian  di  broadcast
keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka
kinerja jaringan akan semakin turun.
•  Sangat mudah dikembangkan
•  Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka
keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada
jaringan keseluruhan tersebut.
•  Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.

Keuntungan Topologi STAR
•  Cukup  mudah  untuk  mengubah  dan  menambah  komputer  ke  dalam  jaringan  yang
menggunakan  topologi  star  tanpa  mengganggu  aktvitas  jaringan  yang  sedang
berlangsung.
•  Apabila  satu  komputer  yang  mengalami  kerusakan  dalam  jaringan  maka  computer
tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
•  Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub
yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

Kerugian Topologi STAR
•  Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan,
maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
•  Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu
central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi
jaringan yang lain.
•  Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
•  Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.


Topologi RING


Karaktristik Topologi RING
•  Node‐node  dihubungkan  secara  serial  di  sepanjang  kabel,  dengan  bentuk  jaringan
seperti lingkaran.
•  Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
•  Paket‐paket  data  dapat  mengalir  dalam  satu  arah  (kekiri  atau  kekanan)  sehingga
collision dapat dihindarkan.
•  Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak
maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
•  Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).

Keuntungan Topologi RING
•  Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
•  Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari
server.
•  Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau
kekanan.
•  Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

Kerugian Topologi RING
•  Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi
keseluruhan jaringan.
•  Menambah atau mengurangi computer akan mengacaukan jaringan.
•  Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.

Topologi MESH


Karakteristik Topologi MESH
•  Topologi  mesh  memiliki  hubungan  yang  berlebihan  antara  peralatan‐peralatan  yang
ada.
•  Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu
sama lain.
•  jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit
sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.

Keuntungan Topologi MESH
•  Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
•  Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
•  Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.

Kerugian Topologi MESH
•  Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah
komputer dan peralatan‐peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
•  Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.

Cara Root dan Pasang CWM di LENOVO A316I

ASSALAMUALAIKUM WR.WB. Kali ini saya akan posting Cara Root dan Pasang CWM di Lenovo a316i. Oke langsung saja tanpa basa basi ikuti tutor...