Seni tari adalah gerakan terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa
atau ekspresi manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan wiraga
atau tubuh, wirama atau irama, wirasa atau penghayatan, dan wirupa atau
wujud.
Tari adalah gerak dari seluruh anggota badan yang selaras
dengan bunyi musik atau gamelan, diatur oleh irama yang sesuai dengan
maksud dan tujuan dalam menari.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa
substansi atau bahan baku tari adalah gerak; gerak yang terangkai
sehingga memuat ritme dan waktu di dalam ruang. Dapat diartikan bahwa
seni tari adalah pengungkapan lewat gerak yang distilir atau digayakan
dan berkesinambungan yang di dalamnya terdapat unsur keindahan.
Seni
tari memiliki empat unsur keindahan, yaitu: wiraga, wirama, wirasa, dan
wirupa. Keempat unsur seni tersebut merupakan satu ikatan yang
membentuk harmoni.
Wiraga adalah raga atau tubuh, yaitu gerak
kaki sampai kepala, merupakan media pokok gerak tari. Gerak tari
dirangkai dan digayakan sesuai dengan bentuk yang tepat. Misalnya
seberapa jauh badan merendah, tangan merentang, kaki diangkat atau
ditekuk, dan sebagainya.
Wirama adalah ritme atau tempo atau
seberapa lamanya rangkaian gerak ditarikan serta ketepatan perpindahan
gerak selaras dengan jatuhnya irama. Irama ini biasanya dari alat musik
ritmis yang mengiringi, seperti gong, gendang, tifa, rebana, dan
lain-lain.
Wirasa adalah perasaan yang diekspresikan lewat raut
muka dan gerak. Keseluruhan gerak tersebut harus dapat menjelaskan jiwa
dan emosi tarian. Seperti sedih, gembira, tegas, atau marah.
Wirupa
adalah rupa atau wujud, memberi kejelasan gerak tari yang diperagakan
melalui warna, busana, dan rias yang disesuaikan dengan peranannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar